Olahraga seni beladiri taekwondo dikenal di
Indonesia sejak pertengahan tahun 1960-an. Pada tahun 1968, ketika para atlet
taekwondoin asal Korea beraksi memperlihatkan aksinya dalam pergelaran perdana
demonstrasi di alun-alun utara Yogyakarta, telah menarik perhatian para pecinta
beladiri di Indonesia. Berbagai atraksi jurus, tendangan hingga
pemecahan benda keras sangat memukau para pengunjung karena pada masa itu
atraksi seperti itu masih langka di Indonesia. Atraksi yang menarik perhatian
para pengujung itu, mendapat pujian dari para tokoh beladiri Indonesia yang
hadir di alun-alun Yogyakarta saat itu. Sejak saat itu banyak pemuda-pemudi
Indonesia yang berminat ingin mempelajari Taekwondo.
Sekitar awal tahun 1970-an berdiri secara resmi
perguruan taekwondo di Indonesia. Dimulai dari kemunculan aliran taekwondo yang
berafiliasi kepada ITF (International
Taekwondo Federation) yang saat itu bermarkas di Toronto Kanada. Aliran ITF
ini dipimpin dan dipelopori oleh Jendral Choi Hong Hi. Kemudian berkembang juga
aliran taekwondo yang berafiliasi kepada WTF (The World Taekwondo Federation) yang berpusat di Kukkiwon, Seoul,
Korea Selatan, yang dipimpin oleh Presiden Dr. Un Yong Kim.